Saat kesedihan meraungi sisi terangnya, aku pun ikut menangis
Tetes demi tetes air mataku mengalir tanpa kenal malu
Aku melihat kerapuhannya dari kejauhan
Ingin ku tegakkan kembali pundak itu
Dan kusandarkan kepalanya di bahuku
Tapi, aku merasa ini bukanlah hal yang tepat
Karena aku pikir, dia akan tetap baik-baik saja walau tanpa aku
Hatiku merasa sakit dengan semua siksa batin ini
Entah karena seorang kawan, atau karena kekasih yang jauh,
aku merasa tersiksa…